Gus Hasan: Kitab Suci itu bukan Fiksi

Al-Qur’an sebagai kitab sucinya umat Islam itu bukan fiksi. Al-Qur’an adalah firman Allah yang tidak ada keraguan di dalamnya dan wajib diimani kebenarannya.  Demikian ditegaskan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, menanggapi polemik yang ditimbulkan oleh ucapan dosen Universitas Indonesdia Rocky Gerung di sebuah acara televisi.

“Umat Islam tidak hanya wajib beriman kepada kitab suci Al-Qur’an saja tetapi juga harus mengimani kitab-kitab suci sebelumnya, yakni Injil, Zabur dan Taurat,” ujar Pengasuh Pesantren Ash-Shiddiqiyah Karawang itu. “Dan semuanya itu adalah kitab suci, bukan fiksi. Ungkapan bahwa kitab suci itu fiksi adalah ucapan yang ceroboh dan menantang, karena kewahyuan Al-Qur’an tidak terbantahkan,” lanjutnya.

Gus Hasan berharap pengelola televisi, lebih bijak lagi dalam memilih narasumber dan topik mana yang bisa mendidik sekaligus menyejukkan untuk masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Saya mengerti ada urusan rating dan iklan dalam hal ini. Tetapi alangkah baiknya jika kita selalu mencari rejeki yang halal, bukan rejeki yang diraup dari keberhasilan membuat keresahan umat.”

Gus Hasan juga mengingatkan agar para tokoh yang mendapatkan panggung di media-media nasional, lebih berhati-hati dan bijaksana dalam mengeluarkan pendapat. Mereka sebaiknya menyampaikan ungkapan dan pendapat yang tidak menyinggung perasaan masyarakat.

“Saya menghargai kebebasan berpendapat, tetapi akan lebih baik jika Rocky Gerung mau mengklarifikasi ucapanya dan meminta maaf atas terjadinya keresahan umat akibat ucapannya. Orang pintar itu akan lebih mulia jika kepintaranya dihiasi dengan sikap yang bijaksana,” pungkas Gus Hasan.

(Iip Yahya/nujabar.or.id)