Gus Hasan Sambut Kedatangan Presiden Joko Widodo

Di bawah ini adalah sambutan Pengasuh Pesantren Ash-Shiddqiyah Karawang KH Hasan Nuri Hidayatullah saat menyambut kehadiran Presiden RI Ir H Joko Widodo, Kamis, 6 Juni 2018.

Izinkan saya mewakili keluarga besar Pesantren Asshiddiqiyah dan masyarakat Kabupten Karawang mengucapka selamat datang kepada Bapak Presiden dan rombongan yang telah berkenan hadir setelah sekian lama silaturahmi ini direncanakan sehingga dengan izin Allah Ta’ala hari ini dapat terlaksana dengan bungkusan nuansa bulan penuh berkah pada paruh kedua bulan suci Ramadhan

Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dan masyarakat, pesantren yang sangat sederhana dan terletak di tengah perkampungan ini, dikunjungi oleh pemimpin nomor satu di negeri yang kita cintai ini Bapak Presiden RI Ir H Joko Widodo dan Ibu.

Pesantren semenjak berdiri di negri ini tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan saja, akan tetapi juga berperan dalam hal-hal yang bersifat kebangsaan, ikut berjuang memerdekakan bangsa, ikut dalam pembinaan lingkungan kemasyarakatan, bahkan juga berkiprah dalam kegiatan ekonomi kemasyarakatan.

Seiring dengan perkembangan zaman, pesantren pun berikhtiyar mencoba untuk tetap exis dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sesuai dengan zamanya, sehingga tidak sedikit pesantren yang sudah mengadopsi pendidikan formal di dalamnya sehingga para santri tetap dapat mengikuti pendidikan formal di jenjang yang lebih tinggi baik negri maupun swasta.

Dalam perjalananya pesantren juga mampu melahirkan para pemimpin bangsa sejak NKRI ini resmi berdiri, mulai legeslatif hingga eksekutif baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Karenanya izinkan saya melaporkan kepada Bapak Presiden, sebagai bagian dari komunitas pondok pesantren khususnya di lingkungan NU, bahwa pesantren Asshiddiqiyah melakukan kegiatan ekonomi yang langsung berkaitan dengan masyarakat melalui BMT NU kita telah memiliki 11 cabang yang terletak di Kabupaten Karawang dan pengembangan tahap awal di Kabupaten Cianjur dengan anggota yang berjumlah sekitar 25 ribu orang. Mohon dukungan dari Bapak Presiden, insha Allah akan kita kembangkan ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kami juga telah memiliki binaan UMKM dari kalangan masyarakat yang memproduksi makanan ringan dan souvenir dan kita pasarkan melalui pembukaan kimoNU (Kios Modern NU) di pesantren-pesantren sebagai kios retail modern yang sekaligus menjadi etalase dalam rangka memasarkan produk UMKM tersebut. Untuk sementara sudah 10 titik sebagai ujicoba sejak 6-10 bulan yang lalu. Dalam teknisnya beberapa program di atas dibantu oleh Departemen Perindustrian, Bank Mandiri dan BSM.

Saya yakin apa yang telah kami lakukan melalui pesantren ini juga telah dilakukan mungkin lebih dulu oleh pesantren pesantren yang lain. Harapan kami dengan sinergi semua elemen mulai dari pemerintah, pesantren dan masyarakat yang manunggal, akan menjadikan NKRI yang kokoh dan berkah.

Demikian sambutan dari kami, dan mohon berkenan Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, semoga Bapak dan Ibu serta keluarga besar kabinet kerja selalu dalam bimbingan dan pertolongan Allah Ta’ala.(www.nujabar.or.id)