MINHAJU AS-SAWI | ILMU YANG BERMANFA'AT

Kajian Kitab Minhaj As-Sawi

Selasa, 02 April 2018

Oleh KH. Hasan Nuri Hidayatullah

 

الفصل الأول فى بيان العلم النّافع

   Apa yang dimaksud dengan Ilmu yang bermanfaat?

Rosululloh SAW bersabda :

أَلْعِلْمُ عِلْمَانِ فَعِلْمٌ فِى الْقَلْبِ فَذَالِكَ عِلْمُ النَّافِعْ وَعِلْمٌ عَلَى اللِّسَانِ فَذَالِكَ حُجَّةُ اللهِ عَلَى ابْنِ أَدَم

Artinya :

“Ilmu itu ada dua, yang pertama Ilmu didalam hati itu merupakan ilmu yang manfa’at, yang kedua Ilmu yang ada pada lisan.”

   Ilmu didalam hati adalah, ilmu yang menyerap yang menjadi sebuah pendorong untuk mengamalkan apa yang telah dia pelajari dan itu adalah salah satu ilmu yang bermanfa’at. Sedangkan Ilmu lisan adalah, ilmu yang hanya ada pada lisan saja seperti mudah menghafal dan lain sebagainya.

   Kemudian juga Imam Malik berpendapat bahwa “Inti ilmu itu bukan banyaknya riwayat,  namun ilmu adalah nur (cahaya) yang dipancarkan oleh Alloh kedalam hati.”

  Salah satu pendapat juga dikatakan oleh Sayyid Imam bin Umar Alhabsy, yang mengatakan bahwasannya “Jika Ilmu adanya didalam hati maka akan menjadi Nur (cahaya), tapi jika ilmu adanya pada nafsu maka akan menjadi Neraka.” Yang kita bisa fahami bahwasanya masih banyak orang yang terjerumus dengan kepintarannya sendiri, yang mungkin bisa berujung dengan penyesalan dan Neraka menjadi jaminan terakhirnya. Karena sebenarnya Ilmu yang bermanfa’at adalah bukan sedikit atau banyaknya jumlah ilmu tersebut, namun Ilmu Manfa’at adalah ada dorongan dari hati untuk mengamalkannya walaupun ilmu itu sedikit.

   Yang kemudian Sayyid Arif Billah bin Muhammad Al-Athos menguatkan bahwa ilmu itu bukan hanya nur (cahaya) tetapi juga yang berbuah rasa takut,  ketika ilmunya bertambah maka manusia semakin mengenal dirinya. Semakin dia faham tentang ilmu, dia menyadari bahwa dia semakin bodoh. Lalu ilmu lisan cirinya semakin banyak ilmunya semakin banyak pengakuannya dan merasa tidak ada ilmu kecuali yang dia punya.

   Pada intinya adalah Ilmu yang bermanfa’at ciri-cirinya adalah :

فَاالعِلْمُ النَّافِعْ وَمَايَزِيْدُ فِى الْقَلْبِ زُهْدًا فِى الدُّنْيَا وَرُحْبَةً فِى الْأَخِرَة وَتَوَاضُعًا وَخُصُوْعًا للهِ تَعَالَى

“Ilmu yang jika semakin bertambah didalam hatinya, maka akan semakin bertambah rasa juhud didalam dunia senang didalam Akhirat, semakin Tawadlu, dan semakin khusyu’ karena Allah Swt.”

 

 

Kajian dan Ilmu (Aska Media)