MINHAJUS SAWI | RAHASIA DICIPTAKAN ZAMAN/MASA SERTA RAHASIA KEBERKAHANNYA

Penjelasan faedah selanjutnya bagi Thalibul ‘ilmi bahwa di katakan jika santri belajar kemudian apa yang diajarkan tidak masuk dalam otak, sulit untuk memahaminya maka dianjurkan untuk mengulang dengan mencari waktu yang lain.

Jadi apabila belajar berlangsung di waktu malam kemudian pelajaran yang di sampaikan tidak di fahami, maka di anjurkan mengulang di waktu pagi atau siang, dan sebaliknya atau bisa mengulangnya ketika hendak tidur. 


Karena kadang masing-masing manusia memiliki otak yang mempunyai kecocokan waktu yang berbeda-beda, jika ia tidak memiliki mood di waktu siang dan memiliki mood di waktu malam ataupun sore maka disitulah waktu yang baik untuk mengulang pelajaran. Alasannya لأن الأوقات تختلف karna sesungguhnya waktu itu berbeda-beda. Oleh sebab itu jika menemui masalah dalam pelajaran atau kesulitan dalam pemahaman maka dianjurkan untuk mengulang lagi.

 
Dan apabila santri sedang belajar kemudian tidak faham, maka jangan sekali-kali berusaha memahamkan dan mengulang-ulang bacaan tersebut di tengah gurunya sedang menerangkan. Mengapa ?? karena mengulang bacaan ketika guru sedang menerangkan penjelasan dan sebagainya maka akan mengakibatkan تمسخ برك الوقت yaitu akan menghapus keberkahan waktu, kemudian وتشتت الباطن (menjadikan batin sempit) bahkan وتضيع ما فى ذهنك akan mengganggu fikiran lebih tidak konsentrasi lagi. 

Dengan demikian jika ingin mengulang pelajaran agar faham maka cari waktu yang berbeda. Di anjurkan pula bagi thalibul ‘ilmi jika sedang belajar konsentrasikan yang kuat fikirannya, jangan bergantung pada tulisan, hendaklah tulisan dibaca dan otak konsentrasi.

Ketahuilah manusia di beri 3 hal oleh Allah yaitu: ان السمع والبصر والفؤاد 3 hal tersebut ialah Mata, telinga dan hati. Ada sebagian orang yang cenderung menerima konsentrasi pelajaran dengan telinganya yaitu mendengarkan, dan sebaliknya bahkan ada pula yang cenderung leih fokus ketika ia membaca. Disinilah keterkaitan antara mata, telinga dan hati sangat kuat. Maka cobalah ketika suatu saat mempelajari sesuatu itu sulit maka coba memulai dibaca kemudian di renungi apakah sudah mampu memahami atau tidak, namun jika masih belum mendapat pemahaman denga cara demikian cobalah meminta teman untuk membaca dan kita mendengarkan apakah lebih cepat faham atau tidak. Maka apabila lebih cepat fahamnya kita dengan membaca maka kita ada pada keterkaitan mata lebih kuat, begitupun seterusnya. 


Faedah lain bagi thalibul ilmi menurut orang-orang salaf bahwa jika mutholaah dan menulis pelajaran nahwu pada waktu ashar atau sore itu bisa melemahkan akal dan penglihatan jadi ketika belajar nahwu baiknya ketika waktu subuh yaitu di waktu ma’kulah yaitu yang bisa menguatkan akal karena masih dalam keadaan fresh masih jernih. Jika waktu sore bagusnya belajar tentang akhlak dan waktu malam bagusnya untuk belajar tentang fiqih. 

Orang-orang ahli kedokteran mengatakan ba’da ashar itu tidak layak untuk belajar ilmu-ilmu yang butuh pada pencernan akal yang tinggi. Maka orang-orang salafus shalih zaman dahulu para habaib dan para sepuh jika mengakaji di waktu ashar meneyebutnya waktu row’ah yaitu waktu-waktu tenang waktu dimana mempelajari hal-hal yang ringan seperti tentang akhlak atau cereita-cerita salafus shalih dan lain sebagainya. Karena waktu sore adalah waktu butuh ketenangan waktu disaat orang-orang sudah penat.

Begitulah rahasia allah menciptakan zaman atau masa serta rahasia keberkahannya. Semua waktu adalah berkah hanya saja memiliki saat kecocokan yang berbeda-beda. 

Senin, 29 januari 2018
Almanhaju As-sawi hal229