Ngaji Sampai Mati

Ngaji sampai mati mungkin kata kata ini tidak asing di telinga kita semua, selogan yang selalu di kumandangkan di sanubari setiap anak didik pondok pesantren atau sering disebut dengan santri. Kata - kata tersebut mengadopsi dari sebuah hadist yang berbunyi :

"اطلب العلم من المهد الي اللحد"

Hadist ini di kalang santri sangat begitu populer, coba saja kita lihat banyak para santri yang tidak pernah menghafalkan apa lagi membuka kitab atau kajian yang menerangkan hadist tersebut akan tetapi semua hafal walau tidak faham siapa saja perowinya.


Melihat asumsi tersebut, di pagi yang cerah dan di temani santri kelas 3 MTs dan Aliyah yang sedang sibuk mengadakan apel dan ujian sekolah, para santri kelas 1 dan 2 MTs berinisiatif mengadakan sebuah pengajian kolosal bersama Kyai Syamsul Hayat di gedung Rusunnawa.  Mendapat tawaran tersebut Kyai Syamsul Hayat langsung menerima dengan senang hati dan cepat tanggap karena hal tersebut adalah sebuah gagasan yang cemerlang, mengisi kekosongan di pagi hari bagi santri kelas 1 dan2 MTs, dengan kegiatan yang membawa keberkahan baik bagi pesantren, desa, masyarakan sekitar,  maupun bangsa.  kitab yang di kaji pun kitab yang sangat bagus di pelajari bagi semua kalangan yakni "Kitab Tambihul Ghofilin" yang memiliki arti "Pengingat Orang Orang yang Lupa".

Coba kita lihat saja kalau negara Indonesia ini sudah tidak ada lagi yang mengaji ilmu ilmu yang bersifat agama, mungkin negara ini akan menjadi negara yang lebih terpuruk lagi.  Barokah dari banyaknya santri yang menimba ilmu agama dengan mengaji dan mendatangi gurunya ini adalah sebuah modal besar khususnya bagi pribadi santri, umumnya bagi negara dan bangsa.

 

Aska Media - B.Work